Terpukau dari kejauhan
bak bumi memandang langit
Meskipun jauh dia selalu memancarkan sinar kasihnya
Semua mengetahuinya
Kau sudahlah renta
Tak layak untuk dicintai ataupun dimiliki untuk pribadi
Tapi, kewibawaanmu mengubah segalanya.
Tutur katamu menghanyutkan segalanya
Senyummu adalah sumber pengharapan
Kau sudahlah tidak muda lagi
Tetapi kau mampu membuat jiwamu masih muda.
Muda seperti kelapa muda.
Yang selalu digemari oleh setiap insan.
Kau bak Pangeran.
Pangeran yang telat untuk dimiliki
Dan pada akhirnya aku pun tak tahu harus berkata apalagi
tentang pesonamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar