Minggu, 24 November 2013

Jatuh dan Bangkit

“Segenggam harapan yang dulu ditanam ketika rok biru dan baju putih yang dinamakan seragam masih menjadi sahabat gadis ini. Harapan kebersamaan untuk selama-lamanya menjulang tinggi telah berlalu. Kurang lebih 2 tahun kemudian pada saat itu terdengar kabar sebuah tongkat harapan untuk menjadi seperti bangunan yang kokoh telah patah. Hancur berkeping-keping. Gila segila-gilanya. Teriak tiada henti. Isak tangis menjadi jenis suara yang tidak disukai pada saat itu. Kenapa dan Mengapa ? “

Bumi dan Langit
Berbeda tapi seiring
Di ciptakan untuk saling melengkapi
Melengkapi sandiwara ini

Mendung dan cerah
Berbeda tapi hampir serupa
Di ciptakan sebagai kiasan
Kiasan sandiwara ini

Ya...begitulah kira-kira pilunya
Kebersamaan yang Cuma sekilas saja
Seperti bumi dan langit
Hanya bisa bertatapan dari kejauhan

 Ya...begitulah kira-kira pilunya
Kebersamaan yang sebatas situasi
Seperti mendung dan cerah
Terpisahkan oleh sebuah warna

“6 tahun kemudian tepat di tahun yang berakhir dengan angka 13 ini, semua tak seperti dahulu lagi. Tongkat itu akan tetap menjadi tongkat di hati. Tiada guna di tangisi. Pada akhirnya semua harus kembali kepada sang khalik.”

Pagi ini  nyanyian ceria di bawakan sang cuaca
Meskipun tak seceria beberapa tahun yang lalu
Langit telah mengukir senyum sendirinya
Mengawali langkah di pagi yang ceria ini

Linangan ini tak akan menjadi seperti linangan kemarin
Linangan ini menjadi awal kekuatan akan sebuah perpisahan
Tiada kata mati untuk ini semua
Bangkit dan serukanlah

Hidupmu adalah hidupmu
Matiku adalah matiku
Hidup dan mati adalah sebuah pasangan
Pasangan yang tak akan pernah untuk bersatu

Damai akan selalu bersamamu
Dunia sudah berbeda memang
Jalan sang khalik lebih berkuasa
Selamat terlelap untukmu tongkat harapan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar