Jumat, 29 November 2013

"Parasit"

          Ketika arti hidup harus dipertanyakan, ketika arti hadir seseorang juga harus dipertanyakan. Adakah keadilan didunia ini yang tercipta untuk kedamaian abadi ? parasit yang tumbuh di sebuah pohon atau sekuntum bunga yang tahunya hanya mengisap sesuka hati tanpa memikirkan kerugian yang dtumpanginya, haruskah dibiarkan berkembang biak ?  Saat ini, di dunia yang tidak tahu lagi bagaimana roda kehidupan didalamnya seakan memaksa untuk tetap berdiam diri melawan parasit hidup.
          Negara ini, seakan diam terbodoh menyaksikan sebuah film lucu yang dilakoni oleh semua tikus berdasi. Mengapa harus diam ? Mengapa harus takut ? Tidakkah semuanya hanya sementara ? Mengapa yang benar tidak pernah akan selalu menjadi abadi ? Mengapa yang benar akan meraih kemenangan ketika semuanya sudah jenuh ? Apalah arti seorang prajurit jika kata-kata yang sudah disusun sedemikian rupa di balik sebuah perundang-undangan juga hanya bisa di tembus oleh rupiah ? Baiklah, Sang Khalik menjadi penentu.
          Lingkungan ya lingkungan. Ketika negara yang telah memiliki seorang pemimpin saja telah gagal untuk memperjuangkan, adakah harapan untuk lingkungan atau individu untuk lebih bertumbuh ke depannya ? Kompas pun sudah mengetahui arah kehidupan manusia sekarang. Parasit masih saja menari di tengah-tengah duri-duri kehidupan. Parasit yang sangat menyusahkan. Ketika hidupmu habis hanya untuk menyusahkan sesamamu, biarlah kiranya kau berlapang dada untuk menyandarkan hidupmu di bawah batu nisan. Apalah arti sebuah kemah kehidupan yang sementara ini untukmu, Hai Parasit.

Rabu, 27 November 2013

Toga Irama


Menitik dengan penuh irama
Hujan pagi ini seolah bernyanyi
Bergoyang dan menari
Membasahi penantian yang kering

Cerita hujan kemarin
Mengukur jalan bersama
Pada akhirnya tak sampai
Apa daya semua telah terjadi

Kini, lantangkanlah suaramu
Peluklah kebahagiaanmu dengan erat
Toga penantianmu telah hadir
Senyumlah sahabatku

Matahari esok sedang menunggumu
Kobarkan api semangatmu
Disini aku masih menanti penuh harapan
Dimana kita akan berkumpul kembali

Selasa, 26 November 2013

Topeng

Menapaki  jalan itu untuk ke suatu tempat
Dimana aku mungkin dapat menemukanmu
Tapi, kau tetap bersembunyi di balik topengmu
Dan aku masih mencari dan menunggu

Mungkin kau sedang diam
Dan Mengintip malu
Dari gelapnya awan malam itu
Baiklah, Aku menunggumu

Minggu, 24 November 2013

Jatuh dan Bangkit

“Segenggam harapan yang dulu ditanam ketika rok biru dan baju putih yang dinamakan seragam masih menjadi sahabat gadis ini. Harapan kebersamaan untuk selama-lamanya menjulang tinggi telah berlalu. Kurang lebih 2 tahun kemudian pada saat itu terdengar kabar sebuah tongkat harapan untuk menjadi seperti bangunan yang kokoh telah patah. Hancur berkeping-keping. Gila segila-gilanya. Teriak tiada henti. Isak tangis menjadi jenis suara yang tidak disukai pada saat itu. Kenapa dan Mengapa ? “

Bumi dan Langit
Berbeda tapi seiring
Di ciptakan untuk saling melengkapi
Melengkapi sandiwara ini

Mendung dan cerah
Berbeda tapi hampir serupa
Di ciptakan sebagai kiasan
Kiasan sandiwara ini

Ya...begitulah kira-kira pilunya
Kebersamaan yang Cuma sekilas saja
Seperti bumi dan langit
Hanya bisa bertatapan dari kejauhan

 Ya...begitulah kira-kira pilunya
Kebersamaan yang sebatas situasi
Seperti mendung dan cerah
Terpisahkan oleh sebuah warna

“6 tahun kemudian tepat di tahun yang berakhir dengan angka 13 ini, semua tak seperti dahulu lagi. Tongkat itu akan tetap menjadi tongkat di hati. Tiada guna di tangisi. Pada akhirnya semua harus kembali kepada sang khalik.”

Pagi ini  nyanyian ceria di bawakan sang cuaca
Meskipun tak seceria beberapa tahun yang lalu
Langit telah mengukir senyum sendirinya
Mengawali langkah di pagi yang ceria ini

Linangan ini tak akan menjadi seperti linangan kemarin
Linangan ini menjadi awal kekuatan akan sebuah perpisahan
Tiada kata mati untuk ini semua
Bangkit dan serukanlah

Hidupmu adalah hidupmu
Matiku adalah matiku
Hidup dan mati adalah sebuah pasangan
Pasangan yang tak akan pernah untuk bersatu

Damai akan selalu bersamamu
Dunia sudah berbeda memang
Jalan sang khalik lebih berkuasa
Selamat terlelap untukmu tongkat harapan