Malam menyerang menusuk
kalbu
Kerinduan mendera
berontak tak acu
Terbawa beberapa memori
Ketika meniti dalam
sebuah pertalian kasih
Janji demi janji
Teruntai turun menyapa
untuk sebuah kepastian
Kini semua hanyalah
sebatas puisi ini
Puisi yang tak jelas
arah perasaannya
Sang pujangga tak
seperti yang dulu lagi
Bukan salah pujangga
Harapan yang dinanti
Mimpi untuk menjadi
nyata kembali
Yasudahlah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar