Jumat, 16 Agustus 2013

Salam Rindu

Tak terungkap semua yang di relung hati.
Melebihi sebuah kata-kata.
Ini bukan yang pertama.
Atau mungkin bukan juga untuk terakhir kalinya.

Sakit yang dirasa melebihi sebuah sayatan.
Karatan pisau pemicu luka.
Tak perlu disesali untuk menangisi keadaan.
Inilah yang ku rasakan pada saat ini.

Dia seorang yang bijaksana semasa hidupnya.
Dia seorang yang berwibawa semasa hidupnya.
Dia seorang yang berhati suci semasa Hidupnya.
Dia seorang yang selalu dikenang dimanapun dia berada.

Kenyataan inilah yang harus ku terima.
Bahkan ini adalah sebuah takdir.
Takdirku kehilanganmu.
Kehilanganmu oh Ayah..

15 Tahun bersamamu.
Waktu yang begitu singkat.
Kau tinggalkan aku dengan dengan sejuta senyuman.
Senyuman yang hanya tinggal beberapa jam lagi.

Kau Hantarkan aku ke tempat aku menimbah ilmu.
Tapi tak berapa jam kemudian ku hantarkan kau ke tempat peristirahatan terakhirmu.
Inilah kenyataan yang ku terimah Ayah.
Ku yakin tak maksudmu meninggalkanku untuk slamanya.

Mendoakanmu adalah jalan yang terbaik.
Tenanglah disana.
Akan ada waktu untuk kita bersama lagi.
Salam rinduku untukmu, Ayah.