Kamis, 05 Desember 2013

"Direnggut Malam"

Melangkah dengan hentakan riang
Saat itu kemeriahan menanti
Sebatas sebuah tontonan
Merenggut ramainya malam itu

Nyaman dengan suasana
Tertarik dengan keadaan
Di hiasi sebuah sinar yang datangnya dari depan
Menyinari panggung yang sunyi  itu

Gelapnya tempat itu selayaknya
Menenggelamkan waktu yang telah berlalu
Kecemasan tlah datang dahulu
Apa daya nafsu menggebu

Jarum jam berputar sesukanya
Batasnya sudah di ujung penantian
Tetapi tak kkunjung berakhir
Sementara, kecemasan semakin  merajalela

Baiklah, tlah tiba waktunya
Lari bergegas seiring dengan irama musik rock
Gelap, sunyi, hampa
Jantung berdetak tak seirama



Akhirnya, sebuah cahaya terlihat
Nafas mulai berirama selayaknya
Namun, hati masih dihantui dan ingin menangis
Seperti hujan pada saat tengah malam itu

Lari, lari, dan lari
Air, air, dan air
Hujan dan gelapnya malam itu
Menjadi pemain utama di dalam ketakutan itu

Dimana..Dimana ?
Gelap itu sudah menutupi jalanku
Kuda tungganganku ? batok penyelamatku ?
Ahhh..Sial !

Kuda tunggangan sudah kelihatan
Rintik hujan iringi perdebatan
Sementara si batok penyelamat
Masih menjadi rebutan si gelap gulita

Yakinkan diri sebisanya
Sanubari berkata,”Kobarkan semangatmu”
Biarlah malam ini menjadi guru terbaikmu
Dan esok kau akan menjadi prajurit yang bijaksana

2 komentar: