Cita-cita atau harapan itu di ukur
sejauh mana kamu dapat bermimpi dan yakin untuk menggapainya. Yang pasti semua
itu tak lepas dari usaha kamu untuk memanjatkan doa dan tetap bersyukur kepada
sang khalik. Aku si cewek imut nan manis..oke semua itu bohong ya tergantung
kamu bagaimana menilai aku hahaha. Baiklah kembali ke topik. Dulu waktu aku
masih TK and SD sering di tanya guru-guru mau jadi apa nanti besar ? Ceritanya
aku polos & pada saat itu menjadi seorang dokter adalah pilihanku karena
kata bapakku dokter itu banyak uangnya. Ternyata itu hanya cerita seorang anak
yang lugu. Beranjak remaja yang lagi musim lope-lope pada saat itu aku belum
tau juga mau jadi apa kelak ketika aku dewasa. Tapi, pada saat itu aku hobinya
menulis puisi dan sebagainya. Nah, aku dapat hobi menulis yang tak seberapa ini
di mulai dari SMP, padahal aku tak pernah berpikir untuk menjadi sastrawan yang
bergelut dalam bidang tulisan sehingga kuliah sekarang aku menekuninya di dunia
kesusasteraan. Yakinlah, dunia di
fakultas ilmu sastra yang aku tekuni sekarang bukan karena pilihanku. Tapi aku
yakin ini kehendak Tuhan. Kenapa ? aku punya hobi menulis bukan karena aku
cinta dengan ilmu sastra, aku kuliah jurusan Sastra Inggris bukan karena aku
cinta tentang itu semua walaupun dari SD sampai aku SMA aku selalu les conversation.
Kenapa semua itu seperti sudah di atur ? aku kembali bergumul dan menyakinkan
diriku sendiri “kalau Tuhan ingin memakaiku dengan cara seperti ini”. Lepas dari itu semua, sebenarnya dari
SMA aku sudah menemukan cita-cita atau harapanku kelak, Aku berharap sekali
menjadi seorang hakim atau pengacara kondang. Dan sampai sekarang aku mengagumi
itu semua. Semua orang –orang di sekitarku bersemangat sekali supaya aku
menjadi seorang yang terjun dalam bidang hukum tapi apa daya. Baiklah, bukan
artinya aku tidak mensyukuri yang ku dapat sekarang. Cuma saja tadi di atas aku
bilang kalau cita-cita itu di ukur sejauh mana kita dapat bermimpi. Nah, lewat ini
aku bilang aku gagal bermimpi untuk menjadi seorang Hakim atau pengacara
kondang. Kenapa ? karena pada saat itu aku hanya berkata tetapi tidak berbuat
tepatnya. Semua hanya di mulut kalau contoh bahasa kerennya.
Wokeehhh, dulu waktu aku masih
imut-imutnya heheheh, pernah pergi ke bandara mau ngantar mamak ku , nah waktu
itu si kanjeng mami penerbangan domestik. Nah, kami ngelewatin penerbangan
International. Tiba-tiba, aku bilang, kapan ya aku bisa pergi ke luar negeri
dan check in melalui penerbangan International ? okee semua itu hanya mimpi
kataku pada saat itu. Pokoknya asal aku ke bandara atau aku pergi ke luar
sumatera, selalu di otakku itu naik pesawat yang tujuannya luar negeri bukan
jakarta dan sekitarnya. Terus aku udah sedikit berani (sedikit loh :D )
bermimpi. “Aku pasti bisa pijak luar negeri tapi tunggu aku jadi wanita karir”.
Samapi sekarang aku menunggu job sebagai wanita karir itu hahaha. Eits, tunggu
dulu.. cerita mimpi tadi dan Kalimat kalau “Tuhan pasti adil” aku dapatkan
ketika aku menginjak umur 20 tahun. Bukan artinya selama aku lahir di dunia ini
Tuhan gak adil, Cuma aku merasa di umur aku 20 tahun 1 tahun yang lalu aku merasakan
semua tidak ada yang sia-sia kecuali kita bisa menyukurinya dari hal yang
kecil. Kenapa aku bilang seperti itu ? karena pada umur 2o tahun lah aku
memijak yang namanya luar negeri yaitu Thailand untuk pertama kalinya, terus di
umur aku 21 tahun aku memijak Malaysia dan Singapura. Puji Syukurku tak henti
ku panjatkan pada sang khalik. Aku pergi berdua sama mama kayak bule-bule itu
dalam menjelajahi 3 negara tsb. Pada saat itulah aku harus mampu mempraktekkan
jurusan sastra Inggris itu. Aku yakin mamak bangga dengan aku yang sekarang.
Walaupun menurutku bahasa Inggrisku masih tak seberapa, terlebih mamak pasti
bangga memiliki aku dan dapat memunjukkan ke temannya kalau anaknya ini bisa
berbahasa Inggris karena kebetulan pas ke Bangkok kemarin mama bawa temannya 1
orang. Masalah Hobi menulis ? ini juga gak sia-sia karena dengan menulis aku dapat
mengutarakan semua yang di hatiku terlebih aku tidak mudah untuk mempercayai
orang-orang di sekitarku. Menulis itu adalah inspirasi. Walaupun pengacara
kondang di kenal dengan bahasa yang
intelektual dan penuh inspirasi dalam memecahkan masalah, aku rasa seorang
pengacara gak jauh beda dengan seorang penulis hehehe. Baru ku sadari semua
yang ada padaku sekarang itu tidak sia-sia, Tuhan mengatur hidupku sedemikian
rupa indahnya walaupun dulunya aku tak mengingkan jalan yang seperti ini tapi
Tuha Tau apa yang pantas untukku kelak. Sekarang aku punya mimpi banyakkkkkk
sekali, to the max lah pokoknya. Intinya juga mimpiku ini lebih banyak untuk
orang sekitarku. Walaupun aku selalu di bilang calon pasin RSJ sama
teman-temanku bahkan abang-abangku and mamak ku, aku percaya aku pasti bisa. Asal
kita selalu bersyukur dan memanjatkan doa kepadaNya, semua pasti akan menjadi
nyata loh.
Tuhan tidak tuli terhadap doa-doamu. Dia hanya menguji sabarmu dengan membuatmu menunggu. AMEN !!!
Tuhan tidak tuli terhadap doa-doamu. Dia hanya menguji sabarmu dengan membuatmu menunggu. AMEN !!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar