Jumat, 14 Maret 2014

Dare to Dream ^_^

Cita-cita atau harapan itu di ukur sejauh mana kamu dapat bermimpi dan yakin untuk menggapainya. Yang pasti semua itu tak lepas dari usaha kamu untuk memanjatkan doa dan tetap bersyukur kepada sang khalik. Aku si cewek imut nan manis..oke semua itu bohong ya tergantung kamu bagaimana menilai aku hahaha. Baiklah kembali ke topik. Dulu waktu aku masih TK and SD sering di tanya guru-guru mau jadi apa nanti besar ? Ceritanya aku polos & pada saat itu menjadi seorang dokter adalah pilihanku karena kata bapakku dokter itu banyak uangnya. Ternyata itu hanya cerita seorang anak yang lugu. Beranjak remaja yang lagi musim lope-lope pada saat itu aku belum tau juga mau jadi apa kelak ketika aku dewasa. Tapi, pada saat itu aku hobinya menulis puisi dan sebagainya. Nah, aku dapat hobi menulis yang tak seberapa ini di mulai dari SMP, padahal aku tak pernah berpikir untuk menjadi sastrawan yang bergelut dalam bidang tulisan sehingga kuliah sekarang aku menekuninya di dunia kesusasteraan.  Yakinlah, dunia di fakultas ilmu sastra yang aku tekuni sekarang bukan karena pilihanku. Tapi aku yakin ini kehendak Tuhan. Kenapa ? aku punya hobi menulis bukan karena aku cinta dengan ilmu sastra, aku kuliah jurusan Sastra Inggris bukan karena aku cinta tentang itu semua walaupun dari SD sampai aku SMA aku selalu les conversation. Kenapa semua itu seperti sudah di atur ? aku kembali bergumul dan menyakinkan diriku sendiri “kalau Tuhan ingin memakaiku dengan cara seperti  ini”. Lepas dari itu semua, sebenarnya dari SMA aku sudah menemukan cita-cita atau harapanku kelak, Aku berharap sekali menjadi seorang hakim atau pengacara kondang. Dan sampai sekarang aku mengagumi itu semua. Semua orang –orang di sekitarku bersemangat sekali supaya aku menjadi seorang yang terjun dalam bidang hukum tapi apa daya. Baiklah, bukan artinya aku tidak mensyukuri yang ku dapat sekarang. Cuma saja tadi di atas aku bilang kalau cita-cita itu di ukur sejauh mana kita dapat bermimpi. Nah, lewat ini aku bilang aku gagal bermimpi untuk menjadi seorang Hakim atau pengacara kondang. Kenapa ? karena pada saat itu aku hanya berkata tetapi tidak berbuat tepatnya. Semua hanya di mulut kalau contoh bahasa kerennya.
Wokeehhh, dulu waktu aku masih imut-imutnya heheheh, pernah pergi ke bandara mau ngantar mamak ku , nah waktu itu si kanjeng mami penerbangan domestik. Nah, kami ngelewatin penerbangan International. Tiba-tiba, aku bilang, kapan ya aku bisa pergi ke luar negeri dan check in melalui penerbangan International ? okee semua itu hanya mimpi kataku pada saat itu. Pokoknya asal aku ke bandara atau aku pergi ke luar sumatera, selalu di otakku itu naik pesawat yang tujuannya luar negeri bukan jakarta dan sekitarnya. Terus aku udah sedikit berani (sedikit loh :D ) bermimpi. “Aku pasti bisa pijak luar negeri tapi tunggu aku jadi wanita karir”. Samapi sekarang aku menunggu job sebagai wanita karir itu hahaha. Eits, tunggu dulu.. cerita mimpi tadi dan Kalimat kalau “Tuhan pasti adil” aku dapatkan ketika aku menginjak umur 20 tahun. Bukan artinya selama aku lahir di dunia ini Tuhan gak adil, Cuma aku merasa di umur aku 20 tahun 1 tahun yang lalu aku merasakan semua tidak ada yang sia-sia kecuali kita bisa menyukurinya dari hal yang kecil. Kenapa aku bilang seperti itu ? karena pada umur 2o tahun lah aku memijak yang namanya luar negeri yaitu Thailand untuk pertama kalinya, terus di umur aku 21 tahun aku memijak Malaysia dan Singapura. Puji Syukurku tak henti ku panjatkan pada sang khalik. Aku pergi berdua sama mama kayak bule-bule itu dalam menjelajahi 3 negara tsb. Pada saat itulah aku harus mampu mempraktekkan jurusan sastra Inggris itu. Aku yakin mamak bangga dengan aku yang sekarang. Walaupun menurutku bahasa Inggrisku masih tak seberapa, terlebih mamak pasti bangga memiliki aku dan dapat memunjukkan ke temannya kalau anaknya ini bisa berbahasa Inggris karena kebetulan pas ke Bangkok kemarin mama bawa temannya 1 orang. Masalah Hobi menulis ? ini juga gak sia-sia karena dengan menulis aku dapat mengutarakan semua yang di hatiku terlebih aku tidak mudah untuk mempercayai orang-orang di sekitarku. Menulis itu adalah inspirasi. Walaupun pengacara kondang di kenal dengan  bahasa yang intelektual dan penuh inspirasi dalam memecahkan masalah, aku rasa seorang pengacara gak jauh beda dengan seorang penulis hehehe. Baru ku sadari semua yang ada padaku sekarang itu tidak sia-sia, Tuhan mengatur hidupku sedemikian rupa indahnya walaupun dulunya aku tak mengingkan jalan yang seperti ini tapi Tuha Tau apa yang pantas untukku kelak. Sekarang aku punya mimpi banyakkkkkk sekali, to the max lah pokoknya. Intinya juga mimpiku ini lebih banyak untuk orang sekitarku. Walaupun aku selalu di bilang calon pasin RSJ sama teman-temanku bahkan abang-abangku and mamak ku, aku percaya aku pasti bisa. Asal kita selalu bersyukur dan memanjatkan doa kepadaNya, semua pasti akan menjadi nyata loh.
Tuhan tidak tuli terhadap doa-doamu. Dia hanya menguji sabarmu dengan membuatmu menunggu. AMEN !!! 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar